News

Sahur

Hukum Melewatkan Sahur, Ketahui Boleh Puasa Atau Tidak – Ramadan Liputan6.com

Jangan salah kaprah menganggap sahur adalah wajib.

Hukum Melewatkan Sahur, Ketahui Boleh Puasa Atau Tidak - Ramadan Liputan6.com

Liputan6.com, Jakarta Sahur merupakan salah satu anjuran saat menjalankan puasa. Sahur biasanya dilakukan pada sepertiga malam dan berakhir saat azan subuh dikumandangkan. Karena dilaksanakan pada dini hari, sahur bisa saja terlewat.

Akibatnya puasa harus dilakukan tanpa makan sahur. Tapi, sahkah puasa seseorang tanpa makan sahur? Hukum puasa tanpa makan sahur sudah semestinya dipahami oleh semua umat Islam yang menjalankan ibadah puasa.

Baca Juga

Ada sebagian orang yang memahami sahur adalah inti puasa dan belum sepenuhnya memahami hukum puasa tanpa makan sahur. Mereka kemudian tidak berpuasa hanya karena tidak sempat makan sahur. Inilah yang menyebabkan kesalahan persepsi.

Jadi apa sebenarnya hukum melewatkan sahur? Apakah puasa akan tetap sah tanpa sahur? simak ulasan Liputan6.com berikut tentang melewatkan makan sahur, dirangkum dari berbagai sumber, Sabtu (1/5/2021).

Salah satu Sunah dalam berpuasa adalah santap sahur. Sebelum berpuasa, umat Islam dianjurkan untuk makan sahur. Sahur adalah sebuah istilah Islam yang merujuk kepada aktivitas makan yang dilakukan pada dini hari bagi yang akan menjalankan ibadah puasa.

Aktivitas sahur sendiri dapat berupa menyantap sesuatu walaupun hanya seteguk air. Waktu sahur yang disunnakan adalah selepas tengah malam. Makan sahur memang bukanlah sebuah ibadah yang di wajibkan dalam Islam atau sebuah aktivitas yang harus dilakukan.

Namun melihat dari manfaatnya, makan sahur sangat di anjurkan karena bisa memberikan energi kepada tubuh agar mampu menjalankan ibadah puasa seharian.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Bersantap sahurlah kalian, karena dalam sahur itu ada keberkahan,” (HR al-Bukhari).

Aktivitas sahur sendiri dapat berupa menyantap sesuatu walaupun hanya seteguk air. Rasulullah SAW bersabda tentang keutamaan sahur,

“Bersahur itu adalah suatu keberkahan, maka janganlah kamu meninggalkannya, walaupun hanya dengan seteguk air, karena Allah dan para malaikat bersalawat atas orang-orang yang bersahur (makan sahur).” (HR Ahmad).

Waktu sahur yang disunnakan adalah selepas tengah malam. Utamanya, ia diakhirkan selama tidak sampai masuk waktu yang diragukan. Waktu yang diragukan adalah waktu apakah masih malam atau sudah terbit fajar.

Rasulullah Muhammad SAW menganjurkan kepada umatnya mengakhirkan sahur, sebagai waktu sahur yang tepat. Dalam hadisnya, Rasulullah mengungkapkan:

“Umatku senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka,” (HR Ahmad).

Menurut Abu Bakar Al Kalabazi dalam kitab Bahrul Fawaid, maksud waktu sahur yang tepat mengakhirkan sahur yaitu mengerjakan sahur di sepertiga malam terakhir.

“Nabi SAW pernah ditanya, ‘Malam apa yang paling didengar (doa)?’ ‘Sepertiga terakhir malam,’ tegas Nabi SAW. Dalam hadits lain, Nabi SAW berkata, ‘Mengakhirkan sahur ialah bagian dari fitrah.’

Kemungkinan yang dimaksud waktu sahur yang tepat dengan mengakhirkan sahur di sini ialah mengerjakannya di sepertiga terakhir malam. Pada waktu itu doa, ampunan, dan hajat dikabulkan Allah SWT.”

Dari keterangan ini, tujuan mengakhirkan sahur sebagai waktu sahur yang tepat bukan semata untuk makan dan minum. Mengakhirkan sahur dimaksudkan agar diiringi dengan ibadah lain seperti salat malam, zikir, dan berdoa.

Ini mengingat sepertiga malam terakhir adalah waktu yang tepat untuk beribadah. Rasulullah SAW pun terbiasa bangun di sepertiga malam terakhir untuk salat malam.

Penjelasan waktu sahur yang tepat ini didasarkan pada kesaksian Hudzaifah yang pernah makan sahur bersama Rasulullah SAW, yang terekam dalam hadis diriwayatkan Ibnu Majah. Kesaksian ini diperkuat pengakuan Zaid bin Tsabit yang menyatakan dia pernah sahur bersama Rasulullah SAW, kemudian mengerjakan salat subuh.

Meski anjuran makan sahur kuat ditekankan Rasulullah, tidak ada hadis atau dalil yang mewajibkan seseorang untuk makan sahur. Dalam ajaran Islam, tidak pernah ada aturan yang menyatakan bahwa inti puasa atau syarat wajib puasa adalah sahur.

Jadi intinya, hukum makan sahur adalah sunah karena dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Rasulullah tidak pernah mengajarkan di antara syarat sahnya puasa adalah makan sahur. Sehingga, puasa seseorang tetap sah meski pagi harinya tidak makan sahur. Ini artinya, hukum puasa tanpa makan sahur, puasanya tetap sah di mata Allah SWT.

Sebuah hadis yang diriwayatkan Muslim, Nasai, dan Tirmudzi juga memperkuat hukum ini:

“Dari Aisyah RA berkata, ‘Suatu hari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menemui kami dan bertanya, ‘apakah engkau punya makanan?’ Kami menjawab, ‘Tidak.’ Kemudian beliau bersabda, ‘Kalau begitu, saya akan puasa’.”

Jadi hukum melewatkan sahur, puasanya adalah sah karena sahur bukanlah syarat wajib puasa.

Sahur memberi kekuatan orang yang berpuasa untuk beribadah dan mematuhi yang Allah SWT perintahkan di waktu siang, seperti berdoa, berdizikir, dan tadarus. Biasanya, orang yang melewatkan sahur akan merasa lapar sampai-sampai malas buat mengerjakan itu semua.

Sahur membuang perilaku buruk yang mungkin dipicu dari rasa lapar. Orang yang makan sahur selalu berada pada suasana hati yang baik. Jika orang yang makan sahur memiliki niat mematuhi perintah Rasulullah, sahur yang dikerjakan itu adalah tindakan ibadah. Sungguh besar pahalanya. Akan tetapi jika sahur dimaksudkan agar kuat menjalankan puasa dan beribadah, imbalan pun akan didapat.

Orang yang sahur akan bangun di akhir malam. Biasanya, sebelum sahur, akan salat Tahajud terlebih dulu. Doa-doa pun dijawab karena malaikat mengirimkan semua berkat untuk mereka yang sahur. Selain itu, sadar atau tidak, selama bulan puasa banyak umat Islam yang tidak meninggalkan salat subuh.

Ustaz, Sah atau Tidak Puasanya Kalau Tak Sahur dan Lupa Baca Niat? – Tribunnews.com

Bagaimana jika kita lupa mengucapkan niat puasa? Apakah puasa yang kita kerjakan dianggap sah?

Ustaz, Sah atau Tidak Puasanya Kalau Tak Sahur dan Lupa Baca Niat? - Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sudah hari ketiga umat muslim saat ini tengah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan.

Di bulan Ramadan seluruh umat muslim wajib menjalankan ibadah puasa.

Supaya ibadah puasa yang dilakukan sah, maka perlu adanya niat.

Sudah banyak website-website yang mengulas tentang niat puasa Ramadan.

Mulai dari bacaan niat hingga arti dari niat puasa itu sendiri.

Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Palangkaraya Jumat, 16 April 2021, Dilengkapi Bacaan Niat Puasa

Baca juga: Tips Puasa yang Menyehatkan Selama Pandemi Covid-19, Perhatikan Penyusunan Menu Sahur dan Buka Puasa

Namun bagaimana jika kita lupa mengucapkan niat puasa?

Apakah puasa yang kita kerjakan dianggap sah?

Terlebih di awal bulan ramadan, yang mana tubuh kita masih perlu menyesuaikan dengan perubahan kebiasaan terutama kebiasaan bangun untuk makan sahur.

Lantas bagaimana hukumnya lupa membaca niat puasa?

Melansir tayangan YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menjelaskan tentang perkara tersebut.

UCO BANK SAHUR, BIHAR IFSC Code: Find UCO BANK SAHUR MICR Code, IFSC Code on The Economic Times

UCO BANK SAHUR, BIHAR IFSC Code: IFSC Code for UCO BANK SAHUR on The Economic Times. Find UCO BANK SAHUR, BIHAR MICR Code, UCO BANK SAHUR IFSC Code, Branch Address for all UCO BANK Branches across SAHUR.

UCO BANK SAHUR, BIHAR IFSC Code: Find UCO BANK SAHUR MICR Code, IFSC Code on The Economic Times

How they can help in wealth creation

Tomorrow is different. Let’s reshape it today

Let’s get smarter about money

#TougherTogether

Hunt for the brightest engineers in India

Mental Health Awareness Initiative

The Dynamic Duo of a Holistic Self-Care

referans :
www.liputan6.com
www.tribunnews.com
economictimes.indiatimes.com

Bir cavab yazın

Sizin e-poçt ünvanınız dərc edilməyəcəkdir.

Back to top button